Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) telah mengirim satu tim ke Gunung Galunggung. Keberadaan tim tersebut, untuk mengukur deformasi yang terjadi di gunung api tersebut.
"Bahkan kami telah memasang tiga alat seismik untuk memantau kegempaan yang terjadi di Gunung Galunggung," ungkap Kabid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, Toto Hendrasto yang dihubungi di kantornya, Kamis (16/2).
Kondisi terakhir, katanya, sekalipun sudah dinyatakan waspada, namun dari hasil pengamatan tidak ada asap putih yang keluar maupun ada satwa yang turun gunung, seperti yang diberitakan di media televisi. Namun statusnya tetap masih waspada dan belum ada peningkatan. "Hingga kini, status Gunung Galunggung masih waspada atau level III, tidak ada peningkatan aktivitas maupun sebagainya," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, status Gunung Galunggung yang tingginya 2.168 meter di atas permukaan laut itu, sejak Minggu (12/2) pukul 15.00 WIB dinaikkan dari aktif normal (level I) menjadi waspada (level III).
"Terkait peningkatan status itu, PVMBG meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan Gunung Galunggung. PVMBG juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat," kata Toto.
Akibat naiknya status Gunung Galunggung, PVMBG mengimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Galunggung maupun pengunjung, wisatawan, dan pendaki supaya tidak mendekati kawah yang ada di puncak gunung tersebut dalam radius 0,5 kilometer dari kawah aktif.
"Masyarakat di sekitar gunung diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Galunggung dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat," ujarnya.
(Sumber : Galamedia, jumat, 17 februari 2012)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
kang posting seputaran nanggela kidul, abi nuju sono ka lembur. He. .he..
ReplyDelete